BANYUMAS - Dalam perkembangan era digital yang makin pesat saat ini dianggap membawa perubahan pada pola komunikasi, perilaku dan cara belajar anak. Disatu sisi membawa kemudahan dalam mengakses informasi. Namun disi lain, terdapat tantangan untuk orang tua dalam mendampingi, mengawasi serta menumbuhkan karakter anak. Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Kab. Banyumas, Imam Munsyarif dan Dosen Psikolog Universitas Muhammadiya Purwokerto, Shinta Adelia menggelar dialog interaktif bertema “Peran Orang Tua di Era Digital”. Kegiatan ini disiarkan langsung dari Studio RRI Pro 1 FM Purwokerto pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dalam program acara “Dialog Purwokerto Menyapa”.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan khususnya kepada orang tua untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait pengaruh era digital terhadap tumbuh kembang anak.
Dosen Psikolog dan Klinis UMP, Shinta Adelia berpendapat bahwa perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Segala dampak yang muncul merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari pola asuh orang tua.
“Kita sebagai orang tua perlu untuk bagaimana bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman itu dan mengarahkan ke dampak yang positif karena teknologi bisa diibaratkan dua sisi mata uang yang bisa membawa hal baik dan buruk”, ujarnya.

Sekretaris Dinkominfo, Imam Musnyarif menjelaskan sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan pendekatan di lingkungan sekolah, baik ditingkat SMA dan SMP terkait penggunaan teknologi digital dengan bijak. Selanjutnya, dia juga berpesan supaya orang tua terlibat langsung dengan melakukan kontrol aktif.
“Komunikasi dan pembatasan akses di keluarga sangatlah penting sebagai pengawasan anak terhadap penggunaan gadget yang bijak”, pungkasnya.
Dia menambahkan kegiatan pendekatan dengan orang tua sudah dilakukan melalui PKK baik di desa maupun dinas daerah, serta melalui kegiatan Dharma Wanita.
Menutup kegiatan ini, Shinta Adelia berpendapat pola asuh di perkembangan era digital melibatkan banyak stakeholder di kehidupan anak sehari-hari. Dimulai dari rumah dan keluarga, diperkuat di lingkungan sekolah, dan difasilitasi oleh pemerintah.
“Jadi kita sebagai masyarakat perlu bekerja sama dalam pembentuk generasi yang positif dan adaptif dalam dunia digital, namun apabila menghadapi kendala jangan ragu untuk datang ke profesional”, ungkapnya.