BANYUMAS – Dalam rangka mensyiarkan Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, Harian Suara Merdeka bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Pelatihan Santri Gen-Z Memproduksi Konten Media dan Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 pada hari kedua dalam rangkaian Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 M/14 Ramadan 1447 H tersebut bertempat di Pondok Pesantren Annur, Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas diwakili oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas hadir untuk menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka pelatihan.
Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Annur, K.H. M.A. Nur Atiq Nurrobani. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menekankan bahwa menulis merupakan bagian dari ibadah sekaligus sarana dakwah.
“Tulisan yang adik-adik sekalian buat bisa menjadi amal jariyah seperti yang dilakukan para ulama terdahulu. Tanpa menulis, tidak akan ada ilmu yang tersebar, tidak akan ada sejarah yang terekam, dan tidak akan ada pula hukum yang berdiri,” tegasnya.

Perwakilan Redaksi Suara Merdeka, Rukardi, menjelaskan pentingnya menulis sebagai upaya mengikat ilmu yang telah dipelajari. Ia mendorong para santri untuk mengembangkan kemampuan menulis dengan gaya populer agar lebih mudah diterima masyarakat luas.
Ia mencontohkan tokoh-tokoh ulama seperti Ahmad Mustofa Bisri dan Abdurrahman Wahid yang mampu menyampaikan gagasan keislaman dan sosial melalui tulisan populer dengan beragam tema, mulai dari budaya hingga kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dakwah melalui tulisan memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dakwah secara lisan.
Dalam pelatihan ini, para santri mendapatkan materi tentang teknik menulis berita dan opini, serta pembuatan konten media sosial berupa tulisan dan video yang relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan, para santri dapat menyebarluaskan ilmu dan wawasan yang diperoleh di pesantren melalui media massa maupun platform digital.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Faisal Riza mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang berharga dalam meningkatkan kapasitas literasi santri di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
“Saya harap melalui kegiatan ini para santri Gen-Z dapat meningkatkan kemampuan menulisnya. Dari yang sebelumnya hanya menikmati konten, setelah pelatihan ini diharapkan mampu memproduksi konten yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, yang mewakili Bupati Banyumas dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital di era yang rawan disinformasi dan hoaks.
“Mudah-mudahan para santri putra dan putri dapat mengambil ilmu dari pelatihan ini dan menyebarkannya kembali kepada masyarakat. Di tengah tantangan zaman yang penuh disinformasi dan hoaks, kita membutuhkan generasi muda yang mampu menghadirkan informasi yang jernih dan menenangkan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Annur dan Suara Merdeka atas kontribusinya dalam mendukung tugas mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan literasi dan kompetensi generasi muda.

Kegiatan secara simbolis dibuka dengan penabuhan bedug kecil oleh perwakilan penyelenggara dan tamu undangan, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai tanda dimulainya rangkaian pelatihan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap para santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai kreator konten positif yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital.



