BANYUMAS - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas turut berperan dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Non Fisik melalui sosialisasi mengenai Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos Digital) kepada masyarakat Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin,(10/08/26), bertempat di Aula Balai Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir. Sosialisasi diikuti oleh masyarakat dan peserta kegiatan TMMD Non Fisik sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai transformasi digital dalam penyaluran dan pengelolaan bantuan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkominfo Kabupaten Banyumas menghadirkan Kemuning Nenden Testy, S.T dan Primadita Banu Anggra, S.T selaku Agen Perlinsos sebagai pemateri. Keduanya menyampaikan materi mengenai Digitalisasi Bantuan Sosial dan Perlinsos Digital, termasuk mekanisme serta persyaratan yang perlu dipersiapkan masyarakat. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) memberikan dukungan penuh terhadap program percepatan transformasi digital bantuan sosial nasional.
Melalui Kementerian Sosial & Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat. Digitalisasi perlindungan sosial dilakukan dengan mengintegrasikan data lintas instansi. Dengan adanya data yang terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan sosial secara lebih inklusif, mudah, transparan, dan efisien, sehingga berbagai hambatan birokrasi yang panjang dapat diminimalkan.

Salah satu tujuan utama digitalisasi perlindungan sosial adalah menjamin bantuan sosial tepat sasaran melalui pembaruan data yang komprehensif dan objektif. Data yang akurat menjadi salah satu faktor penting agar bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan sesuai dengan kriteria penerima manfaat.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan penjelasan mengenai sejumlah persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk proses pendaftaran Perlinsos Digital. Persyaratan yang disampaikan meliputi: Aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital) aktif; Nomor Induk Kependudukan (NIK); Data keluarga terbaru; ID pelanggan PLN; dan Biometrik wajah.
Masyarakat diimbau untuk memastikan seluruh data kependudukan dan data keluarga yang dimiliki telah sesuai dengan kondisi terbaru. Kelengkapan dan kesesuaian data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemutakhiran data perlindungan sosial.
Selain memberikan pemahaman mengenai program Perlinsos Digital, pemateri juga menekankan pentingnya keamanan digital dan kewaspadaan terhadap penipuan online yang mengatasnamakan pemerintah.
“Masyarakat ditegaskan bahwa layanan Perlinsos Digital hanya dapat diakses melalui tautan resmi perlinsos.kemensos.go.id.” Ujar Kemuning.
Masyarakat diminta untuk tidak sembarangan mengakses tautan yang diterima melalui pesan pribadi, media sosial, maupun sumber lain yang tidak dapat dipastikan keasliannya. Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap website palsu maupun oknum yang mengatasnamakan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Untuk memastikan keamanan, masyarakat perlu memeriksa alamat website dan memastikan menggunakan domain resmi .kemensos.go.id.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Cirahab, khususnya dalam memahami perkembangan digitalisasi bantuan sosial sekaligus menjaga keamanan data pribadi saat mengakses layanan pemerintah secara daring. Sebelum menutup acara masyarakat yang dating juga dibantu didaftarkan melakukan uji coba perlinsos digital ini.
Melalui kegiatan TMMD Non Fisik ini, Dinkominfo Kabupaten Banyumas terus mendorong masyarakat agar semakin siap menghadapi transformasi layanan publik berbasis digital. Pemahaman masyarakat mengenai Perlinsos Digital diharapkan dapat mendukung terwujudnya penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, mudah diakses, dan berbasis data yang akurat.