Berita

Tingkatkan Kualitas Komunitas Publik, Dinkominfo Gelar Pelatihan Media Sosial

Dipublikasikan pada: Selasa, 12 Mei 2026 | Dibaca: 421 kali

Tingkatkan Kualitas Komunitas Publik, Dinkominfo Gelar Pelatihan Media Sosial

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Optimasi Pengelolaan Media Sosial OPD bertema “Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Media Sosial OPD Di Lingkungan Pemkab. Banyumas yang Informatif, Edukatif, kreatif, dan Mudah Dipahami Masyarakat” pada Senin (11/05/2026) di Hetero Space, Purwokerto.

Kegiatan yang diikuti oleh para pengelola media sosial dari seluruh OPD di Kabupaten Banyumas ini menghadirkan tiga narasumber.

Asisten Administrasi Umum Sekda Banyumas, Amrin Ma’ruf pada sambutanya menyoroti pentingnya kegiatan optimasi ini mengingat banyak program Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya yang berkaitan dengan Trilas masih belum tersampaikan secara merata. Ia menekankan bahwa peran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di setiap OPD menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan informasi.

Ia menjelaskan bahwa tanpa informasi yang baik kepada masyarakat, pemerintah tidak akan mendapat umpan balik ketika ada permasalahan.

“Selama tidak ada informasi ke masyarakat, kita tidak akan ada feedback ketika ada permasalahan,” ujarnya.

Amrin juga mendorong seluruh pengelola media sosial OPD untuk benar-benar memahami program dan kebijakan Trilas di bidangnya masing-masing sehingga dapat mengemas  kalima dengan baik agar komunikasi dan koordinasi antara Dinkomindo dengan seluruh PPID dapat berjalan secara efektif.

Sementara itu Bupati Banyumas,  Sadewo Tri Lastiono menjelaskan pentingnya transformasi pemerintah daerah dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

“Saat ini media sosial berkembang menjadi platform komunikasi utama yang sangat menentukan. Menghilangkan batasan geografis serta mengubah pola komunikasi yang dulu satu arah menjadi interaktif dua arah. Dengan perkembangan yang masif seperti itu, pemerintah kita semua dituntut untuk bertransformasi dalam cara berinteraksi, melayani, dan mengatur masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap konten-konten yang lebih informatif, edukatif, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas dapat tercipta kedepannya.

Materi pertama disampaikan oleh Lilik Darmawan selaku jurnalis dan dosen di Universitas Amikom Purwokerto dengan tema Digital Public Relation: Membangun dan Memelihara Citra di Era Siber. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya strategi komunikasi modern dalam membangun citra positif pemerintah melalui media sosial.

Ia menyampaikan bahwa media sosial pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, konten yang dipublikasikan harus mampu memberikan informasi yang jelas, menarik, dan mudah dipahami publik.

Lalu, ia menjelaskan pentingnya membuat konten yang interaktif agar mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat (engagement). Menurutnya admin media sosial perlu aktif membangun komunikasi dengan para pengikut (followers) melalui respons terhadap komentar maupun pesan yang masuk. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan juga narasi visual yang baik, mulai dari pemilihan foto, desain grafis, hingga penyusunan video pendek agar informasi pemerintah dapat dengan mudah menarik perhatian dan diterima masyarakat di dunia maya.

Materi kedua dilanjutkan oleh Irfan Bachtiar selaku founder akun Instagram @infopurwokerto sekaligus Project Manager Hetero Space. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemanfaatan media sosial khususunya untuk publikasi akun dari OPD masing-masing supaya lebih efektif dan memiliki identitas yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa setiap platform media sosial memiliki karakteristik, algoritma, serta pola traffic yang berbeda, baik Instagram maupun TikTok. Oleh karena itu, seorang admin media sosial perlu memahami target audiens sekaligus menentukan gaya komunikasi yang sesuai dengan platform yang digunakan.

Selain itu penting juga untuk mengidentifikasi karakter akun yang dikelola, mulai dari menentukan tujuan komunikasi, penggunaan bahasa, gaya bicara, hingga jenis konten guna membangun social media branding yang memiliki kesan tersendiri di mata publik.

Setelah menjelaskan cara membangun branding, ia menjelaskan juga pentingnya riset tren sebelum membuat konten. Dengan mengidentifikasi postingan yang sedang ramai diharapkan mampu melihat isu atau jenis konten yang sedang menjadi perbincangan di dunia maya. Hal tersebut membantu untuk menyusun konten yang lebih relevan, menarik, dan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang luas.

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Riza selaku konten kreator di Hetero Space. Pada sesi ini, peserta diajak untuk praktik langsung mengenai proses pembuatan konten video.

Ia mengajarkan berbagai teknik pengambilan gambar menggunakan telepon genggam, mulai dari pemilihan sudut pengambilan gambar (angle), pencahayaan, pengambilan momen tertentu, hingga cara membuat video agar terlihat dinamis dan menarik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengambilan visual yang rapi agar pesan yang disampaikan dalam video dapat diterima dengan secara runtut dan mudah diikuti.

Tidak hanya itu, peserta juga diajak mempraktikkan proses editing video sederhana untuk kebutuhan media sosial. Dalam sesi tersebut dijelaskan cara menyusun potongan video, menambahkan transisi, teks, serta pemilihan lagu yang sedang tren agar konten memiliki peluang lebih besar masuk ke algoritma media sosial dan menjangkau publik secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan media sosial OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat semakin optimal, kreatif, adaptif, serta mampu menghadirkan informasi publik yang cepat, menarik, dan mudah diakses masyarakat.

Tag terkait:

visi misikabupaten banyumas
Aksesibilitas